pemenang dollar

Senin, 17 Agustus 2009

Seks Oral Picu Kanker Tenggorokan

Seks Oral Picu Kanker Tenggorokan
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Buzz up!

Seks Oral Picu Kanker Tenggorokan

sheknows.com

SEKS oral, menurut para pakar kesehatan dari American Association for Cancer Research, tidak aman bagi kesehatan. Variasi dalam melakukan hubungan seksual ini, menurut mereka, secara dramatis telah meningkatkan angka kejadian kanker tenggorokan selama 20 tahun terakhir. Seks oral ini, menurut mereka, menjadi sarana penularan human papilloma virus (HPV), pemicu pertumbuhan kanker di kepala dan leher.

Peningkatan angka kejadian infeksi HPV yang ditularkan melalui seks oral, menurut Scott Lippman, MD, dari University of Texas M.D. Anderson Cancer Center, turut mendongkrak kenaikan angka kejadian kanker oropharyngeal yang meliputi tumor tenggorokan, amandel, dan pangkal lidah.

Berdasarkan hasil studi 20 tahun yang lalu, lanjut Lippman, hanya ditemukan 20% kasus HPV positif. Sedang sekarang, diperkirakan 60% pasien terinfeksi virus tersebut."Angka kejadian kanker oropharyngeal sekarang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 20 tahun lalu, ini benar-benar tren yang nyata dan dikhawatirkan menimbulkan epidemi," tutur Lippman, seperti dikutip situs webmd.

Perubahan pola kanker tenggorokan

Menurut American Cancer Society Chief Medical Officer Otis Brawley, MD, merokok dan penggunaan alkohol berlebih sebelumnya dianggap sebagai faktor risiko utama penyebab jenis kanker tenggorokan ini. Akan tetapi, terang dia, hal ini mengalami perubahan telak. Hampir setengah dari kasus kanker oropharyngeal yang terdiagnosis sekarang disebabkan oleh infeksi HPV.

"Perubahan praktik seksual selama 20 tahun terakhir, khususnya yang berkaitan dengan seks oral, meningkatkan angka kejadian kanker kepala dan leher dan mungkin juga akan meningkatkan kejadian kanker yang lain." HPV juga merupakan faktor risiko penyebab salah satu jenis kanker kerongkongan.

Paradigma, tambah Lippman, telah berubah. Pasien-pasien sekarang yang terdiagnosis menderita kanker oropharyngeal bukan lagi pasien-pasien yang sebelumnya merupakan mereka yang berusia lanjut, perokok, serta mereka dengan berbagai masalah lainnya."Pasien sekarang adalah eksekutif muda, populasi yang sangat berbeda dari sebelumnya."

Seks oral bukanlah cara yang aman

Para pakar kesehatan menyarankan agar publik bisa memahami bahwa seks oral bukanlah seks yang aman. Tapi, terang Brawley, pesan ini tidak dikampanyekan secara terbuka pada awal epidemi kasus HIV dan masih belum terlalu diperhitungkan juga, khsususnya oleh remaja.

Studi-studi menunjukkan kalau para remaja seringkali tidak menyadarai risiko berkaitan dengan seks oral yang tanpa perlindungan. Cara ini bisa menularkan HPV, chlamydia, dan kencing nanah."Ada pesan kesehatan penting yang harus dipahami oleh publik," tegas Brawley. (OL-08)

0 komentar:

Posting Komentar